Baca juga artikel :
Medsos Keluarga Bahagia - Maaf curhat dikit yah! Saat ini masih seperti biasa kehidupan penulis kegiatannya nggak jauh berbeda. Di antara kebiasaan yang Alhamdulillah masih melekat ba'da Sholat Shubuh menyempatkan membaca Al Qur'an lalu dilanjutkan dengan membaca buku atau mendengarkan motivasi lalu mengutipnya atas apa yang telah didengar pada blog "Taufiqillah Islam.blogspot.com" yang isinya tentang kajian Islam masa kini dan masih ada blog lainnya saat ini mengelola 3 blog yang masih aktif.
Dan penulis selalu berusaha sebelum Si Kembar bangun dari tempat tidurnya, karena jika mereekan sudah bangun "Waduuh! Saya nggak bisa konsentrasi". Tapi sayangnya hari ini mereka entah tahu kenapa di hari ini di awali dengan menangis sehingga kepala terasa pusing tujuh keliling dengarnya pasalnya pintu dapur di tutup karena Umminya nggak ingin di ganggu saat masak di dapur katanya sih! "Takut kecipratan minyak goreng".
Saat itu penulis merasa pusaing tujuh keliling ingin mencoba menghilangkan rasa itu dari kepala "Karena rasanya kaya di bebani batu satu trek kali ya! Saking pusingnya". Eh! nggak sengaja penulis keluar dengan membawa gunting dan pisau rumput lalu kutebas satu persatu secara bergantian antara pisau dan guntingnya.
Nggak tahunya lama kelamaan penulis merasa enjoy juga yah! Akhirnya nggak terasa berlanjut mulai dari pinggir halaman rumah sampai halaman depan rumah dan penulis mulai manyadari bukannya hal ini sudah sering di lakukan sebelum-sebelumnya.
Mau Tahu Nggak! Terus apa faedah dari cerita diatas?
Sebenarnya jika kita perhatikan dari cerita diatas mengandung seebuah makna bahwa jika kita sedang mengalami sebuah masalah jangan hanya berfikir duduk di tempat tetapi lakukan suatu kegiatan yang bermanfaat walaupun dengan hal yang sepele misal membersihkan atau menyapu halaman rumah dari hasil uji coba penelitian penulis dan sudah berulangkali mencoba hasilnya luar biasa bisa mengalihkan beban-beban masalah yang sedang kita hadapi.
Sudah di coba kok tetap aja masih belum juga hilang?
Dari hasil penelitian penulis sendiri tergantung seberapa besar masalah yang sedang di hadapi, ada yang hanya dengan satu kegiatan sudah cukup, tetapi jika masalahnya lebih kompleks mungkin bisa ditambah dua, tiga dengan kegiatan lainnya baru akan teralihkan masalah yang kita hadapi. Jika belum cukup juga perlu adanya tambahan motivasi untuk mencari jalan keluar yang lebih inten.
"Menghilangkan beban pikiran yang paling dahsyat sesuai pengalaman penulis saat membaca Al Qur'an dengan penghayatan! Tidak hanya sekedar membaca perlu konsentrasi itu diantara syarat berdampaknya kepada pengaruh jiwa tidak harus selalu mengerti dengan maknanya, jika mampu memang itu lebih baik dan lebih kuat hasil pengaruhnya"


