Syahdan, berawal ketika hati mengharapkan masuknya kalam Ilahi yang dapat menembus relung jiwa yang hampa agar terisi dengan bacaan lantunan Qur'an oleh Imam khotib jum'at kala itu.
Kuhampiri sebuah tempat ternama yang sering kali didatangi para tokoh terkemuka, ulama - ulama besar dunia, dan perkumpulannya para hafidz Qur'an yaitu Mesjid Andalusia sentul bogor.
Singkat cerita saat itu saya sendiri tak tahu bahwa hari itu yang menjadi khotib ternyata seorang Syekh dari palestina, dan menyesal karena nama ulama tersebut terlupakan namanya, karena sudah cukup lama kejdiannya.
Tapi masih dikenang cerita dalam khutbahnya beliau menceritakan keajaiban dan kehebatan palestina serta bagaimana bangsa zionis yang berusaha dengan begitu gencarnya untuk menguasai bumi palestina.
Dengan usahanya itu tentu saja mereka dapat menguasai sebagian wilayah tersebut tapi ada satu wilayah yang membuat mereka sangat kewalahan untuk merebutnya, apalah daya mereka tak mampu untuk menguasai wilayah utama yaitu gaza.
Setelah berkhutbah dilanjutkan dengan mengimami sholat jum'ah dan selesai sholat sebagian jam'ah mendekat untuk bersalaman secara bergilir.
Dengan memandang wajah beliau yang penuh keramahan dan sedikit berbincang dalam bahasa arab lalu beliau menawarkan sehelai kain menyelempangkannya kepundaku dan tak membuang kesempatan saat itu juga meminta kepada seseorang untuk mengambil gambar sebagai kenangan untuk diabadikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar